Showing posts with label opini. Show all posts
Showing posts with label opini. Show all posts

Friday, January 19, 2018

5 hal yang harus kamu ingat, bahwa menjadi orang biasa-biasa saja sudah tidak eksis di zaman sekarang ini

Pernah enggak sih ? kamu merasa hidup ini “just let it flow” ikutin aja arusnya kemana, kalau lagi booming A ya kamu harus ikut A, kalau lagi booming B kamu juga kudu jadi B. Padahal hidup itu sebuah pilihan, sebuah kebebasan yang secara harfiah diberikan kepada manusia untuk dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Manusia tidak diciptakan seperti robot yang sudah di program terlebih dahulu, manusia itu fleksibel. Mampu dan bisa mengendalikan setir kehidupannya sendiri tanpa program, lantas kenapa masih banyak orang-orang saat ini yang hidup dengan motto “just let it flow”, so mari kita merenung lagi dan ingat dengan 5 hal berikut ini bahwa menjadi orang biasa-biasa saja sudah tidak eksis di zaman sekarang ini.

    1. Kecanggihan teknologi saat ini mampu dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, tinggal bagaimana cara kita menghadapi setiap kemajuan yang ada. Apakah mampu membawa perubahan baik atau justru sebaliknya
Memanfaatkan Teknologi via www.pexels.com

Di abad 21 saat ini, teknologi merupakan sesuatu yang sangat lumrah di kalangan masyarakat. Salah-satu contohnya dengan keberadaan “Smartphone” namun yang kita lihat saat ini justru kebanyakan penggunaan “Smartphone” masih digunakan hanya sebatas untuk mengeksiskan diri di media sosial, haus pujian palsu dari setiap pengguna, harus dapat like 100K dsb. Please, don’t be an ordinary person yang sudah terlalu umum. Buatlah sebuah karya, manfaatkan keberadaan akses teknologi ini untuk sesuatu yang menghasilkan bukan justru menjerumuskan.

    2.  Mulai sekarang Stop!!! Untuk berpikir, apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Apapun yang kamu lakukan tidak butuh izin orang lain. Kehidupan ini ada di tanganmu sepenuhnya

Kehidupan ada di tanganmu via www.pexels.com

Banyak diantara kita, ketika ingin melakukan sesuatu yang baru, rencana baru demi kehidupan yang lebih baik. Lebih banyak mempertimbangkan pendapat orang lain, daripada dirinya sendiri. Ingat kehidupan ini sepenuhnya tanggung jawabmu, dan kamu tidak butuh izin orang lain untuk mulai melakukan apa, yang kamu inginkan dalam hidup ini

    3. Apakah kamu sudah yakin ? tidak akan menyesal dengan kehidupanmu 10 tahun dari sekarang ? 
      apa kamu memperbaiki kehidupanmu saat ini ? belajar ? berusaha dan berjuang mewujudkan impian?


Yakin dengan kehidupan via www.pexels.com

Bermain Smartphone sepanjang hari, stalking akun instagram, nonton sepanjang hari, nongkrong bersama teman sampai larut malam, anak-anak bergaul dengan orang dewasa, merokok merupakan kewajiban dan sesuatu yang keren banget, pergaulan bebas adalah hal lumrah, sembahyang nomor dua dsb. Apakah ada salah-satu sikap diantara pernyataan diatas yang masih dipertahankan hingga sekarang ? atau malah lebih parah. Yukks mari kita merenung sejenak,  dengan melakukan semua hal di  atas apakah kamu sudah yakin bahwa kamu tidak akan menyesal 10 tahun dari sekarang ?

      4.  “You Are The Winner.....” diantara ribuan insan yang berjuang membuahi indung telur, kamu satu-satunya yang berhasil menjadi pemenang

Pemenang via bsnscb.com

Setiap manusia yang di lahirkan di muka bumi ini adalah pemenang, anugerah pemberian Tuhan YME, lantas mengapa saat ini jiwa membara sebagai seorang pemenang perlahan sirna ? lantas memilih untuk menjalani kehidupan biasa-biasa saja? Kita terlalu hebat untuk menjadi biasa, ada alasan kenapa kita yang dipilih, hidup terlalu sebentar jika dihabiskan hanya untuk menjadi biasa saja. Bangkit dan maju, tersenyum, buatlah rencana untuk mimpi-mimpi yang akan kita raih, dan yang terpenting adalah action nyata, untuk mewujudkan setiap mimpi menjadi kenyataan.

5. Dan yang paling penting, sudah siapkah kita untuk berjalan sendirian ? menerima setiap ocehan tentang mimpi kita dengan lapang dada ? rasa sakit karena gagal ? menunggu dalam kekecewaan lalu bangkit lagi ? 

Berjuang Sendiri via www.pexels.com

Menjadi luar biasa itu butuh proses, butuh rasa sakit, kecewa dan gagal berkali-kali, juga siap-siap untuk berjalan sendirian. Karena ketika kita memutuskan untuk berubah demi memperbaiki kehidupan, semua orang tidak akan mengerti, mereka menjauh dan acuh. Tapi semua itu hanya sementara, karena semua akan indah pada waktunya, waktu yang akan menjawab, yang perlu kita lakukan hanya terus berusaha dan berjalan di jalan yang sudah menjadi tujuan kita, tak peduli seberap besar halangan dan rintangan yang menanti di depan sana. 







Thursday, July 6, 2017

5 Kenyataan Hidup yang akan dihadapi selepas lulus SMA/K, Ekspetasi memang tidak seindah Realita Kawan

Hi nama gw Edil, balik lagi di Blogger kali ini yang akan membahas tentang “5 Kenyataan Hidup yang akan dihadapi selepas lulus SMA/K” sebelumnya, gw mau bernostalgia ketika dulu masuk kelas akhir di masa SMK atau kelas 12, kalian semua tentu bahagia karena perjuangan sekolah kalian akan segera berakhir, ya menjadi kakak senior yang paling besar dan di hormati, serasa dunia milik sendiri dan bebas mau melakukan apapun karena ada embel-embel gw senior, gw lebih tua dari lo, dsb. Bahagia karena penderitaan sekolah akan segera berakhir, yang artinya enggak akan merasakan lagi pegalnya upacara bendera, harus periksa tas untuk di cek makananan yang mengandung plastik ckck (sst ini di sekolah gw dulu), harus disiplin, rambutnya segini ya ukurannya, eh baju-nya yang rapih dong jangan keluar gitu, kaos kaki harus putih, lama-lama gerahkan serasa enggak bebas, but it’s the time to go out, kalian benar-benar lulus dari masa SMA. Terus kalau udah lulus gimana gw, yang mau ambil kuliah mending masih punya tujuan, yang mau kerja tinggal nyari dan lamar. But hidup ini enggak sesimpel itu bro, mau kuliah pun di Indonesia ini jelimet, pake tes SBMPTN atau SNMPTN so bagi kalian yang basicnya SMK bisa apa kalau punya tujuan mau kuliah ? itu mungkin beberapa gambaran kenyataan yang akan gw bahas lebih detail di bawah ini, scroll up terus guys J

    1. Ketika hidup rutinitas yang sudah terjadwal sekolah, tiba-tiba jadi libur berkepanjangan karena kelulusan memberikan waktu libur yang panjang bagi kita untuk merenungi nasib, mau dibawa kemana nih arah selanjutnya ?

 discover your destiny via google.com

Bangun pagi, sholat subuh, sarapan ala kadarnya, lalu siap-siap berangkat sekolah sambil terburu-buru karena takut kesiangan, itulah rutinitas anak pelajar Indonesia setiap harinya. Belajar sampai sore, dan pulang ke rumah lanjut hangout atau langsung tidur. Begitu seterusnya sampai batas waktu yang ditentukan, terjadwal, rutin dan menjadi kebiasaan. Namun tiba-tiba semua rutinitas itu berganti dengan malas-malasan dikasur, nonton drama korea, hangout bareng teman-teman dsb, hidup jadi gak terjadwal lagi karean kurikulum sekolah telah berakhir, so kita yang tadinya terbiasa dikontrol oleh orang tua dan sekolah, tetiba harus membuat kurikulum hidup sendiri, mau dibawa kemana nih arah hidup gw selanjutnya ? lo gak bisa bergantung sama ortu atau teman lo, karena semua memiliki kehidupannya masing-masing terlebih selepas lulus SMA lo sudah dianggap mampu dan dewasa oleh ortu. Jadi kayak “it’s your way, just pick up your destiny” 

    2. Ketika kita sadar bahwa teman-teman yang kita miliki semakin berkurang dan menjauh, apalagi ketika surat undangan resepsi datang satu-persatu menghampiri, bagi kita yang jomblo ini serasa ujian yang begitu berat, tulisan “kamu/patner” di sampul depan undangan membuatmu semakin tabah menjalani kehidupan ini

friends via shutterstock.com

 “I have 422 friends, Yes i’m alone” jika kalian sudah nonton video “LOOK UP” pasti sudah ngeh dengan omongan pertama ini, ya teman merupakan esensi terpenting di masa SMA, karena dengan adanya teman, ketika masa SMA. Hidup kita jadi terasa lebih berwarna kayak nano-nano bukan permen blaster ya J. Namun selepas kalian lulus, teman itu merupakan barang langka jika diibaratkan barang apalagi sahabat, mungkin bisa dihitung dengan jari maksimal hanya 5, menurut gw. Ketika sudah lulus semua teman lo sibuk dengan urusan pribadinya masing-masing, ada yang punya teman baru, membina rumah tangga dengan pasangannya, jadi anak kuliahan yang super sibuk atau sibuk ngurusin kerjaan yang gak kelar-kelar. Sampai pada akhirnya arus undangan resepsi-pun datang silih berganti dalam kehidupan lo, beruntung bagi yang memiliki pasangan mereka bisa datang berdua saling pamer, namun bagi kita yang jomblo, ini merupakan ujian yang berat, kita pun jadi sibuk mencari-cari teman yang bisa bareng datang ke kondangan, bahkan saking banyaknya jomblo sampai ada patner bayaran lo guys, buat nemenin lo pergi ke kondangan. 

3.  Budaya super kemal (Kepo Maksimal) Indonesia yang buat lo baper setiap harinya, karena tiap hari ortu, tetangga, kakek-nenek sampai buyut lo nanya, kapan nikah ? udah dapet kerja belum ? kapan mau kerja ? kenapa enggak jadi PNS aja ? liat tuh anak tetangga sudah kerja, masa kamu belum juga ?

kepo via cdnimagesmedium.com

Please deh stop pertanyaan-pertanyaan itu, kalian semua pasti pusing kan harus jawab apa ? budaya kepo maksimal Indonesia ini emang rempong banget guys, maunya ngurusin hidup orang lain aja. Padahal bukan berarti kita yang masih nganggur di rumah gabut gak jelas, Cuma tidur, makan dan nonton. Kalian juga pasti berpikir jauh kedepan, ke masa depan lo guys, ribuan lamaran pasti sudah lo sebar di seluruh perusahaan,  yang lo mau kerja disana. Tapi emang dasar belum rezekinya aja, makanya Tuhan belum ngasih lo kesempatan kerja, so buat kalian semua yang merasa terintimidasi dengan kekepoan maksimal ini, hiraukan deh jauh-jauh. Lebih baik nih perbanyak doa sama Tuhan dan ngaji jangan lupa, karena gw pernah baca “Jika kita menginginkan sesuatu dalam kehidupan ini, jangan langsung ambis ke depan tapi pantulkan ke Atas” yang artinya guys, jika kita mau sesuatu jangan langsung maunya kerja terus dan berambisi banget, tapi pantulkan dulu ke yang Maha Kuasa. Kan keputusan ada di tangannya, so kita sebagai manusia  cuma bisa berencana dan berusaha aja. Keep strong J  

   4. Sekolah jadi tempat terindah, dimana kita ingin merasakan lagi berada disana. Karena kehidupan setelah lulus, jauh berbeda 360 derajat. Kita pun jadi merasakan pentinganya mensyukuri nikmat Tuhan atas setiap kesempatan yang diberikan-Nya

school via dokumen pribadi

Sekolah jadi tempat yang istimewa  bagi kita setelah lulus SMA, dimana kita ingin merasakan lagi belajar bersama dengan teman-teman, bercanda bareng, ngobrol sampai larut, gabut gak jelas, main game sampai lupa waktu, jailin guru dikelas sampai jadi pundung karena tingkah kita yang konyol. kebersamaan-kebersamaan itulah yang selalu hadir disetiap langkah ketika melihat sekolah dulu. So kita pun jadi merasa bersyukur atas segala nikmat Tuhan, karena telah diberikan kesempatan untuk menimba ilmu bersama teman-teman yang luar biasa, kini selepas lulus kita cuma bisa mengenang kelucuan itu dalam memori. Berharap akan tetap berada ditempatnya sampai kapanpun. 

   5. Selepas lulus SMA kalian mulai membiayai hidup sendiri, jauh dari orang tua dan merantau. Karena sekarang bukan saatnya lagi terus meminta tapi memberi. Atas semua biaya yang telah di berikan ortu sampai kalian lulus SMA

 dollar via abcnews.com

Lo mulai sadar bahwa kebutuhan buat hidup itu, bukan tentang lo aja. Karena ada orang tua yang mendorong lo sampai berada di titik sekarang ini. Yang tadinya sudah dapat gaji bisa foya-foya, jadi mikir 2x. Kalian mulai merubah pemikiran untuk memberi terlebih dahulu, dan yang paling penting sifat dermawan dan bijak lo mulai tumbuh, seiring berjalannya waktu. Selain itu jauh dari ortu membuat lo sadar sepenuhnya bahwa setiap momen kebersamaan itu sangat penting guys.

Akhirnya, semoga kita semua sadar akan realita yang terjadi setelah lulus dari SMA, dan menjadikan setiap peristiwa sebagai suatu pelajaran yang harus di kembangkan terus. Terima kasih telah menyempatkan waktunya untuk mengunjungi blog ini dan membaca. Silahkan comment untuk saran dan tambahan poin selain 5 hal diatas. Sayonara see you next time

Wednesday, April 19, 2017

Islam bukan satu-satunya agama di muka bumi ini


Lagi-lagi Islam pikirku panjang, yahh begitulah kawan akhir-akhir ini dunia sangat sensitif dengan isu agama. Tidak saja di Indonesia namun seluruh dunia menciptakan emosi yang sama seakan sudah membuat janji bahwa di tahun 2017 ini kita akan menjadikan agama sebagai isu utama permasalahan. Kau tahu setiap kali aku membuka saluran berita online nasional bahkan sampai level Internasional sekalipun, liputan berita itu tidak jauh-jauh dari berita tentang teroris, perang di benua Arab, diskriminasi muslim, teror Eropa sampai dinamika perubahan politik di dunia barat yang cenderung gerakan sayap kiri atau oposisi mulai bangkit. Dimulai menangnya Donald Trump, keyakinan pemilu Perancis yang akan dimenangkan oleh Le pen, pemilu Belanda oleh calon Geert Wilders, yang notabene-nya mereka adalah tokoh-tokoh gerakan sayap kiri anti-islam, anti imigran, provokator, fasis, dan tentu saja gagasan mereka yang rasis memojokkan etnis dan agama tertentu. 


Anti Islam via http://www.topontiki.gr


demo via http://cdn.newsmax.com

Pernahkah ada negara mayoritas muslim menyatakan demo anti terhadap agama tertentu? seperti anti Kristen, Yahudi, Budha, Hindu dsb ? TIDAK PERNAH karena Islam merupakan agama yang cinta damai, yang berprinsip hidup berdampingan sesama manusia dan saling menghargai. 

Benua Eropa yang dulu sangat dielu-elukan kini perlahan mulai memudar dalam ingatan entahlah saya merasa sudah bisa melihat dengan jelas arah politik mereka dan wajah-wajah garang mereka sebenarnya yang mengutamakan demokrasi, menjunjung penuh HAM, menghargai minoritas serta memiliki motto kesatuan dalam keberagaman yang mana dalam artian semua komponen masyarakat dari mulai yang berbeda etnis, agama sampai ras harusnya dihargai, namun apa yang terjadi ? sikap mereka seolah membuat pengecualian bagi satu agama, bagi orang yang menggunakan atribut agama tersebut, bagi orang yang mengagungkan nama Tuhan-Nya itulah Islam, agama yang mereka anggap berbeda, agama teroris sebuah bentukkan yang mereka persepsikkan sendiri, setiap orang yang memakai hijab adalah teroris dan wajib di curigai, semua yang berbau pengungsi, islam dan tetek bengeknya mereka anggap berbahaya. Lantas saya ingin katakan dimana sifat kemanusiaan yang Uni Eropa agungkan selama ini ? benua biru yang penuh dengan penghormatan serta toleran ? dimana semua Visi-Misi yang mereka agungkan terhadap keadilan atas nama manusia ? selalu saya dibuat geram dan ingin menangis dengan banyaknya bentuk Fasisme dan Rasisme yang diterima oleh muslim Eropa dan negara-negara barat. Saya tahu negara barat merupakan negara modern yang menjunjung tinggi peradaban dan pendidikan. Namun mengapa mereka tidak bisa belajar untuk sekedar menghargai saja sesama manusia, apakah manusia hanya mereka lihat dari segi agama yang dianutnya lantas mereka langsung memutar persepsi jahat dan baik, itukah peradaban yang diajarkan pada dunia barat, itukah bentukkan karakter yang diajarkan oleh mereka pada anak-anaknya, lantas jika saya beragama Islam, saya tidak pantas untuk melakukan ini-itu, semua serba terbatas. Apa yang salah dengan Islam ? kenapa mereka menyalahkan sebuah agama ? seolah-olah semua muslim adalah teroris dan pembawa malapetaka. Hei untuk kalian para pemikir moderat, penuh dengan ilmu dan modernitas, hei teruntuk kalian orang-orang barat yang bangga akan kemajuan pesat yang kalian buat. Pendidikan modern dan terkini, agama di dunia bukan hanya Islam saja.Teror di Eropa yang menewaskan beberapa orang, kalian hebohnya minta ampun sampai mengutuk nama Islam. Tak bisakah kalian buka mata, ribuan bahkan jutaan nyawa melayang di Palestina sana, perang yang tidak berkehabisan di Suriah, dan ketidakberaturan tatanan politik di benua Arab, perang di Afganistan, Libya. Apakah itu semua Islam yang memulai ? bukankan negara-negara kalian hei barat, yang serakah akan kekuasaan, lantas kalian menerjunkan berjuta–juta personil dan ikut campur berperang di benua Arab sampai menewaskan jutaan warga sipil, kehilangan tempat tinggal, kerugiaan yang diderita tidak bisa dilupakan begitu saja. Lalu atas dasar agama kalian mencap Islam agama teroris ? membuat teror di negara kalian? Apakah kalian tidak lihat berjuta-juta muslim sejak dahulu tertindas? dan intrik kalian menyebabkan jutaan nyawa hilang sia-sia ? apakah itu bukan pembantaian? bukankah itu yang namanya genosida ? lalu saya ingin bertanya pada kalian, apakah sampai detik ini muslim pernah membalas tindakan kotor, penuh intrik dan kejam serta biadab negara-negara barat terhadap Islam ?
Dimana keadilan dunia saat ini...

Bersabarlah selalu kawan, jangan menangis, tersenyumlah untuk Dunia yang lebih baik
Bogor, Indonesia